Ekonomi Indonesia Melambat, Pemerintah Siapkan Ini

Ekonomi Indonesia saat ini tengah berjalan melambat. Di pertengahan tahun 2019 ini, Indonesia melaju terseok-seok dalam pertumbuhan ekonomi. Jika kita flashback, pertumbuhan ekonomi tahun lalu mengalami perkembangan meski lambat.

Kemenkeu (Kementrian Keuangan) memperkirakan ekonomi negara Indonesia hanya akan tumbuh 5,1% pada semester I, tahun 2019. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun kemarin. Karena, Indonesia di tahun kemarin mengalami pertumbuhan sebesar 5,17%.

Persiapan Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,6%

Meski berjalan melambat, Menteri Koordinator Bidang perekonomian, Darmin Nasution tetap optimis. Beliau memperkirakan bahwa Indonesia mampu mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6% tahun 2020. Menurut beliau, target ini tidak terlalu tinggi. Pemerintah pun telah menyiapkan beberapa langkah untuk mengejarnya.

Darmin Nasution menjelaskan bahwa untuk mencapai target 5,6%, maka harus ada indikator yang ditingkatkan. Salah satunya adalah investasi. Investasi menjadi salah satu faktor penting untuk pertumbuhan ekonomi.

Terkait pertumbuhan ekonomi, Presiden Joko Widodo pun sempat menggelar sidang kabinet paripurna di Istana Bogor. Setelah rapat selesai, Menteri Keuangan Sri Mulyani pun ikut angkat bicara. Menurutnya ada beberapa target yang rencananya akan ditetapkan pada tahun 2020. Target tersebut terkait dengan ekonomi makro. Salah satunya yakni pertumbuhan ekonomi.

Pada rapat yang digelar pada bulan April tersebut, Sri Mulyani menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 hingga 5,6 persen. Angka tersebut sesuai dengan yang ditargetkan oleh Darmin Nasution. Presiden Jokowi juga ikut mendukung pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6% tersebut.

Bambang Brodjonegoro, Seorang Mentri PPN/Kepala Bapenes, menyatakan bahwa ada 7 agenda yang tengah dipersiapkan. Agenda tersebut disusun untuk Rencana Pembangunan jangka Menengah Nasional 2020-2024.

Perekonomian Indonesia Melambat, Presiden Dituntut Segera Mengatasinya

Di paruh pertama tahun 2019 ini, ekonomi negara berjalan lambat. Presiden Jokowi, dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dituntut untuk segera mengatasinya.

Ronny P Sasmita, selaku Direktur Eksekutif Economic Action Indonesia (EconAC), menilai Presiden Jokowi dan Wakilnya, harus segera tancap gas. Pasalnya, pertumbuhan di tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun kemarin.

Ronny pun membuktikan beberapa indikator terjadinya pelambatan ekonomi. Salah satu indikatornya yaitu stagnasi tingkat konsumsi rumah tangga. Karena menurutnya, melambatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga, menjadi penyebab pertumbuhan ekonomi tidak maksimal.

Demikian informasi seputar pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini mengalami kelambatan. Meski demikian, pemerintah terus mengupayakan agar Indonesia bisa mengejar ketertinggalan.